PEMETAAN POTENSI PARIWISATA PETUNGKRIYONO BERBASIS WEB GEOGRAPHYCAL INFORMATION SYSTEM (GIS) SEBAGAI CULTURAL TECHNO FORESTRY PARK KABUPATEN PEKALONGAN

Tri Agus Setiawan, Agus Ilyas, Sattriedi Wahyu Binabar

Sari


Petungkriyono saat ini dijadikan cultural techno forestry park oleh pemerintah kabupaten Pekalongan karena masih terjaga keasriannya dan memiliki potensi wisata yang menjanjikan dengan memiliki luas 5300 ha, bentang alam berupa gunung, hutan belantara, air terjun dan sungai dan situs budaya. Untuk meningkatkan potensi wisata yang ada terkendala masalah yaitu belum tersediannya informasi profil, sebaran jenis, letak dan potensi wisata sehingga mampu meningkatkan pendapatan asli daerah. Dalam penelitian yang ada menggunakan Metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) untuk dapat menemukan output tertentu serta mengetahui seberapa efektif sebuah penemuan dihasilkan sedangkan Sistem Informasi Geografis dimanfaatkan untuk menggambarkan lokasi obyek wisata yang mampu ditampilkan berdasarkan lokasi kecamatan, desa, jenis obyek wisata baik dalam bentuk map maupun satelit sehingga mampu memberikan gambaran secara detail bagi wisatawan yang akan berkunjung akan tetapi tidak mengetahui lokasi yang ada. Dari hasil penelitian yang dilakukan dihasilkan SIG yang mampu menghasilkan obyek citra berupa pemetaan obyek wisata di Petungkriyono secara lengkap dan detail sehingga dapat berkontribusi terhadap rencana pembangunan dan kebijakan pemerintah kabupaten Pekalongan pada sektor pariwisata serta dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Betha, Sidik, 2005, MySQL untuk Pengguna Administrator dan Pengembangan Aplikasi Web, Informatika, Bandung.

Dennis, A., Haley Wixom, B., & M.Roth, R. (2012). System Analysis and Design (Fifth). John Wiley & Sons, Inc. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Ekadinata A, Dewi S, Hadi D, Nugroho D, dan Johana F. 2008. Sistem Informasi Geografis Untuk Pengelolaan Bentang Lahan Berbasis Sumber Daya Alam. Buku Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh MenggunakanILWIS Open Source. World Agroforestry Centre. Bogor

Ekadinata A, Dewi S, Hadi D, Nugroho D, dan Johana F. 2008. Sistem Informasi

Geografis Untuk Pengelolaan Bentang Lahan Berbasis Sumber Daya

Alam. Buku 1: Sistem Informasi Geografis dan Penginderaan Jauh MenggunakanILWIS Open Source. World Agroforestry Centre. Bogor.

Faisol, A. dan Indarto. 2012. Tutorial Ringkas ArcGis-10. Yogyakarta: Penerbit

ANDI.

Gall, M. D., Borg, W. R., & Gall, J. P. (2002). Educational Research. University of Akron.

Gregorius Agung, Macromedia Dreamweaver, PT Elex Media Komputindo, cetakan ketiga, Jakarta, 2002

Howard, John. A. 1996. Penginderaan Jauh Untuk Sumberdaya Hutan Teori Dan Aplikasi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Jogiyanto. (2005). Analisis dan Desain Sistem Informasi Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktik Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: Andi Offset.

Karman, J., Sistem, P., Geografis, I., Objek, P., Di, W., Lubuklinggau, K., & Web, B. (2017). Perancangan Sistem Informasi Geografis Pemetaan Objek Wisata di Kota Lubuklinggau Berbasis Web, 1(1).

Nirwandar, Sapta. (2005). Pembangunan Sektor Pariwisata Era Otonomi Daerah

Nuarsa, Mengolah Data Spasial dengan Map Info Professional, Yogyakarta.2004.

Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur. 2003. Rencana Pengelolaan dan Konservasi Hutan 2003-2008, Bagian Prencanaan Hutan, Salatiga.

Prahasta, Edi, 2009, Sistem Informasi Geografis: Konsep-Konsep Dasar (Perspektif Geodesi dan Geomatika), Informatika, Bandung

Ruslan Nuryadin., Panduan Menggunakan MapServer, Informatika, Cetakan Pertama, Bandung, 2005.

Ruswanto, Bambang. 2010. Analisis Spasial Sebaran Kasus Tuberkulosis Paru Ditinjau dari Faktor Lingkungan dalam dan Luar Rumah di Kabupaten Pekalongan. Tesis Program Pascasarjana Magister Kesehatan Lingkungan. Semarang: Universitas Diponegoro.

Setiawan, I. (2014). Peran Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Spasial. Jurnal Pendidikan Geografi, 733–744. https://doi.org/10.1163/008555509X12472022364000

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D. Alfabeta

Suharyono, (2002), Geografi Pariwisata, Universitas Negeri Semarang, Semarang.

Tempfli, K., 1991. “DTM and differential modelling In: Proceedings ISPRS and OEEPE joint workshop on updating data by photogrammetric records”. Oxford, England /ed. By P.R.T. Newby – (OEEPE publication:27), pp. 193-200.

Webie Ni Maja, A. B. (2016). Perancangan Sistem Informasi Geografis Zona Nilai Tanah Berbasis Web Menggunakan Leaflet Javascript Library. Jurnal Teknik ITS, 5(2), A809–A816.

Weng, Qihao, 2010. Remote Sensing and GIS Integration: Theories, Methods, and Application. The McGraw-Hill Companies, Inc.

Widiastono, A., & Angriani, L. (2018). Analisis dan Evaluasi Sistem Informasi Geografis Pariwisata Propinsi Papua, 10(April), 33–37.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.