Bestikom: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat https://ejournal.stmik-wp.ac.id/index.php/bestikom <p><strong>Bestikom: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat</strong> Merupakan jurnal yang memuat hasil-hasil Pengabdian Kepada Masyarakat atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh dosen, praktisi, atau mahasiswa untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Jurnal ini dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Institut Widya Pratama Pekalongan. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dapat dijadikan sebagai referensi atau sumber informasi bagi masyarakat dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Jurnal ini akan menggabungkan beberapa bidang ilmu yang berbeda atau ilmu yang bersifat multidisiplin untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan yang lebih kompleks. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan <strong>Juni</strong> dan <strong>Desember</strong></p> en-US Bestikom: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2622-8092 POLA ASUH ANAK USIA DINI DI ERA DIGITAL MELALUI SOSIALISASI PENGGUNAAN INTERNET SEHAT DAN AMAN https://ejournal.stmik-wp.ac.id/index.php/bestikom/article/view/410 <p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pengasuhan anak dan interaksi anak dengan teknologi informasi. Meskipun internet memberikan peluang pembelajaran yang luas, internet juga menghadirkan berbagai risiko seperti paparan konten negatif, cyberbullying, kecanduan internet, dan misinformasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru dan orang tua mengenai penggunaan internet sehat dan aman bagi anak usia dini. Kegiatan dilaksanakan di KB &amp; TPA Qurrota Ayun 03 Bina Griya Pekalongan dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri atas guru dan orang tua murid. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik penggunaan aplikasi parental control seperti Google SafeSearch, YouTube Kids, dan Google Family Link. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan dengan rata-rata nilai meningkat dari 12,3% menjadi 93,4%. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi internet sehat dan aman efektif meningkatkan literasi digital dan memperkuat praktik pengasuhan digital bagi guru dan orang tua</p> Eny Jumiati Hari Agung Budijanto Amanah Amanah Copyright (c) 2026 enymulia14@iwima.ac.id Eny Jumiati, Hari Agung Budijanto, Amanah Amanah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-11 2026-08-11 2 1 1 6 Pemanfaatan Canva Untuk Kreasi Buku Cerita Bergambar Interaktif Sebagai Media Literasi Awal Anak Usia Dini Bagi Guru https://ejournal.stmik-wp.ac.id/index.php/bestikom/article/view/380 <p><em>Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam pengembangan literasi awal anak. Literasi tidak hanya terbatas pada membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, berimajinasi, dan mengekspresikan diri. Namun, praktik pembelajaran di PAUD masih didominasi media konvensional seperti buku cetak sederhana yang kurang variatif dan kurang menarik bagi anak. Inovasi media interaktif sangat dibutuhkan untuk meningkatkan minat baca dan keterlibatan anak. Canva sebagai platform desain grafis menawarkan kemudahan bagi guru dalam menciptakan buku cerita bergambar interaktif dengan visual menarik. Media ini dapat memperkuat pengalaman literasi dan meningkatkan pemahaman anak terhadap isi cerita. Guru PAUD HIMPAUDI Kecamatan Kedungwuni saat ini belum memanfaatkan Canva secara optimal. Hasil dari pelatihan pemanfaatan Canva ini guru dapat membuat dapat meningkatkan literasi digital guru sekaligus memperkaya pembelajaran literasi awal anak usia dini, terutama dalam membuat buku cerita bergambar. Ini didapatkan dari hasil post test kepada guru-guru HIMPAUDI&nbsp; bahwa 92% guru bisa memanfaatkan tool canva untuk membuat buku cerita</em></p> Rizqi Wijonarko Devi Sugianti Risqiati Risqiati Copyright (c) 2026 Rizqi Wijonarko, Devi Sugianti, Risqiati Risqiati https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-13 2026-08-13 2 1 7 14 OPTIMALISASI WHATSAPP BUSINESS DAN INSTAGRAM MARKETING BAGI UMKM DI KELURAHAN TIRTO KOTA PEKALONGAN https://ejournal.stmik-wp.ac.id/index.php/bestikom/article/view/395 <p><em>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) </em><em>play an important role in the local economy, including in Tirto Village, Pekalongan City. The development of digital technology and changes in consumer behavior require UMKM actors to utilize digital media as a marketing and communication tool. WhatsApp Business and Instagram Marketing are accessible and widely used platforms; however, their utilization by UMKM in Tirto Village is still not optimal. UMKM actors have not fully understood the features of WhatsApp Business, such as product catalogs, automated messages, and customer labels. In addition, the implementation of Instagram Marketing is still constrained by challenges in creating attractive and consistent content aligned with platform algorithms, as well as limited understanding of digital marketing strategies, including the use of hashtags, analytical insights, and call-to-action techniques. This condition indicates that the potential of digital marketing has not been utilized optimally. Therefore, the Community Service Implementation Team of Institut Widya Pratama organized training on the utilization of WhatsApp Business and Instagram Marketing for UMKM in Tirto Village. This activity aimed to improve the knowledge and skills of UMKM actors in managing both platforms as effective and sustainable digital marketing strategies. The training contributed to increasing business visibility, strengthening customer relationships, and supporting the sustainability and competitiveness of UMKM in the future. The post-test results showed an improvement in participants’ ability to use WhatsApp and Instagram for business promotion, increasing from 64.7% to 90%.</em></p> <table style="height: 78px;" width="849"> <tbody> <tr> <td width="586"> <p><strong>Kata Kunci</strong> <strong>: </strong><em>UMKM, pemasaran digital, WhatsApp Business, Instagram Marketing, pengabdian kepada masyarakat</em></p> </td> </tr> </tbody> </table> VICTORIANUS ARIES SISWANTO Tri Pudji Wahjuningsih Era Yunianto Copyright (c) 2026 VICTORIANUS ARIES SISWANTO, Tri Pudji Wahjuningsih, Era Yunianto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-13 2026-08-13 2 1 15 19 PENINGKATAN KUALITAS MANAJEMEN KEUANGAN KOPERASI DESA MERAH PUTIH PAKUMBULAN MELALUI IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI KEUANGAN “KAS” https://ejournal.stmik-wp.ac.id/index.php/bestikom/article/view/421 <p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Pakumbulan memiliki peran strategis dalam perekonomian warga, namun menghadapi kendala mendasar dalam tata kelola keuangan. Permasalahan utama meliputi kompetensi SDM yang terbatas, sistem pencatatan yang masih manual (83%), serta pelaporan yang belum standar sehingga menghambat akses pendanaan dan transparansi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengurus keuangan melalui pelatihan berbasis teknologi. Metode pelaksanaannya menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri dari tahap observasi, seminar literasi keuangan, praktik langsung Sistem Informasi Keuangan (KAS), dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman mitra. Berdasarkan evaluasi post-test, 83% pengurus mampu mengoperasikan sistem KAS untuk mencatat transaksi dan menyajikan laporan keuangan otomatis. Transformasi ini berhasil meningkatkan efisiensi waktu rekapitulasi, meminimalkan kesalahan hitung (human error), serta meningkatkan akuntabilitas melalui fitur transparansi digital. Keberhasilan program ini merupakan langkah awal modernisasi tata kelola koperasi di Desa Pakumbulan.</span></span></p> Wachid Darmawan Muhammad Faizal Kurniawan Wahyu Setianto Copyright (c) 2026 Wachid Darmawan, Muhammad Faizal Kurniawan, Wahyu Setianto https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-19 2026-08-19 2 1 20 24 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI WORKSHOP PEMBUATAN KONTEN DAKWAH KREATIF BAGI PENGURUS MUSHOLLA DI WILAYAH RANTING MUHAMMADIYAH BENER SELATAN https://ejournal.stmik-wp.ac.id/index.php/bestikom/article/view/396 <p><em>The development of digital technology requires Islamic preaching to transform to meet the communication patterns of modern society. Da'wah is no longer limited to the pulpit, but also needs to be present in the digital space in the form of creative content that can reach the younger generation. The Muhammadiyah Bener Selatan Branch has several prayer rooms (musholla) with active administrators, but most still have limitations in digital literacy and da'wah content creation. Through the Community Service (PkM) program in the form of training workshops on creating creative da'wah content (short videos and digital posters), this activity aims to improve the digital literacy and skills of prayer room administrators. The method used is participatory training with a hands-on approach, group discussions, and intensive mentoring. Based on the results of the Pre-Test and Post-Test, there was an increase in participants' knowledge about the use of social media for da'wah, from 82% of participants who very understand and understand, increasing by 18% to 100%. The ability of participants to create digital da'wah content and publish it through several social media platforms also increased, from 42% of participants who were very capable and capable, up 34% to 76% of participants who were very capable and capable of creating digital da'wah content.</em></p> Much Rifqi Maulana Ichwan Kurniawan Christian Yulianto Rusli Copyright (c) 2026 Much Rifqi Maulana, Ichwan Kurniawan , Christian Yulianto Rusli https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-27 2026-08-27 2 1 25 30 PEMANFAATAN GENERATIVE AI UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMBELAJARAN DI SMP IT MANUFA SRAGI https://ejournal.stmik-wp.ac.id/index.php/bestikom/article/view/397 <p>PkM ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru di SMP IT Manufa Sragi dalam memanfaatkan Generative AI pada pembelajaran. Pemahaman guru mengenai konsep dasar, peluang, serta etika penggunaan Generative AI masih terbatas dan keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi ini ke dalam perangkat ajar belum optimal. Untuk itu kegiatan ini dilaksanakan melalui empat tahapan. Pertama, workshop interaktif untuk memberikan pemahaman dasar tentang Generative AI dan relevansinya dalam pembelajaran. Kedua, praktikum berupa pelatihan penggunaan Generative AI untuk menghasilkan perangkat ajar dan media. Ketiga, pendampingan langsung guna memastikan guru mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh sesuai mata pelajaran yang diampu. Keempat, evaluasi melalui pre-test, post-test, dan penilaian produk ajar. Hasil dari kegiatan ini adalah para guru mampu mengaplikasikan penggunaan Generative AI dalam membuat bahan ajar yang kreatif, inovatif, sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Hal ini dapat dilihat dari hasil awal pre test yang menunjukkan bahwa lebih dari 70% guru belum memanfaatkan penggunaan generative AI dalam membuat bahan ajar, sedangkan hasil akhir post test setelah kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa hampir 90% guru sudah merasa mampu menggunakan generative AI dalam mendukung pembuatan bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum. Pada akhirnya, kegiatan ini mendukung transformasi digital pendidikan serta peningkatan mutu pembelajaran di sekolah menengah.</p> Riski Sulistiyaningsih Anas Syaifudin Hermanus Wim Hapsoro Copyright (c) 2026 Riski Sulistiyaningsih, Anas, Hermanus https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-08-27 2026-08-27 2 1 31 37